10 Tips Menghentikan Kebiasaan Anak Berbohong

anak suka berbohong

Si kecil sudah berani membohongi Anda? Jangan buru-buru mengecapnya pembohong! Anda harus mengetahui alasan di balik tindakannya itu sebelum menangani dengan tepat. Yuk, simak cara mendidik anak di bawah ini!

Pertama, bisa jadi karena anak masih terlalu polos untuk memahami arti kejujuran dan kebohongan. Kedua, anak ingin melarikan diri dari kewajiban. Misalnya, Anda ingin dia menyelesaikan pekerjaan rumah, tapiĀ  dia merasa malas mengerjakannya.

Ketiga, bisa jadi anak membual tentang aspek kehidupannya yang belum tentu benar, karena dia ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan teman-teman sebayanya. Keempat, anak telah melakukan suatu kesalahan yang bisa membuat Anda marah. Dia pun terpaksa berbohong karena ingin menghindari hukuman.

Keempat, si kecil sedang cari perhatian. Dia ingin Anda menunjukkan kepedulian. Terakhir, anak berbohong atas suatu hal yang harus ditutupi, semata-mata karena tidak ingin menyakiti perasaan Anda.

Nah, ada 10 tips untuk menangani kebiasaan berbohong si kecil, terbagi menjadi tindakan langsung dan tindakan jangka panjang.

Tindakan Langsung

  • Tetap Tenang

Bersikap tenang dalam situasi yang pelik akan mengajarkan anak untuk senantiasa mengontrol emosinya. Selain itu, fokus Anda terletak pada cara menghentikannya berbohong, bukan pada bentuk kebohongannya.

  • Jangan Sebut Dia Pembohong!

Mempermalukannya tidak akan memperbaiki situasi. Harga dirinya justru akan terluka dan dapat memengaruhi psikologisnya.

  • Fokus Pada Solusi

Solusi yang pertama, jelaskan dengan lembut alasan berbohong itu tidak baik. Kedua, bantu anak memahami bagaimana berbohong bisa menjadi kebiasan yang buruk dan menghilangkan kepercayaan orang-orang padanya.

Ketiga, doronglah dia untuk menyampaikan kebenaran, seburuk apapun dampaknya. Keempat, Anda bisa menceritakan kisah-kisah dongeng yang mengajarkan keteladanan.

  • Ubah Pendekatan Anda

Anda perlu menggunakan kalimat-kalimat yang lebih halus daripada kalimat yang langsung memukul telak kebohongannya. Anak tidak akan merasa dituduh. Sebaliknya, dia akan merasa nyaman dengan Anda sehingga cenderung lebih patuh.

Tindakan Jangka Panjang

  • Jangan Menghukum!

Menghukum itu gampang. Sulit itu ketika menghadapi kebohongan anak dengan sikap tenang dan dewasa.

Jangan sekali-sekali menyakitinya secara verbal maupun fisik. Selain tidak dapat menyelesaikan masalah, tindakan itu dapat berbekas dalam memorinya sepanjang waktu. Ujung-ujungnya akan memengaruhi interaksinya terhadap lingkungan sekitar. Lebih baik. Anda mengapresiasi sikap-sikap positif yang dia miliki, lalu mendorongnya untuk menonjolkan sikap-sikap tersebut.

  • Pahami Alasannya

Setiap aksi dilandasi oleh sebuah alasan. Anda harus lebih peka. Pahami alasan untuk mencari jalan keluarnya.

  • Ubah Perspektif

Coba tempatkan diri pada posisi si anak. Kalau Anda jadi dia, apa yang membuat Anda berbohong. Pahami skenarionya. Jika sudah mengetahui penyebabnya, Anda bisa menentukan solusi terbaik.

  • Habiskan Waktu Bersama

Ketika sering menghabiskan waktu bersama, Anda dan anak akan semakin dekat. Anak akan lebih terbuka alih-alih berbohong. Minimal, Anda dan keluarga harus berkumpul pada saat makan malam.

  • Jadilah Teladan yang Baik

Bagaimana anak bisa berperilaku jujur jika Anda malah suka berbohong. Berikan contoh-contoh positif langsung melalui perbuatan Anda. Anak akan menirunya tanpa dia sadari.

  1. Selalu Mendukungnya

Apapun yang terjadi, Anda harus selalu mendukungnya, termasuk ketika dia melakukan kebohongan. Bentuk dukungannya adalah melakukan pendekatan yang hangat, serta menjelaskan dengan lembut tentang dampak dari berbohong.

Demikianlah tips cara mendidik anak yang suka berbohong. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu