4 Penyakit yang Mengancam Bayi Usia 0 Hingga 6 Bulan

Jika bayi terserang penyakit, orang yang paling khawatir adalah bunda dan ayah. Tidur dan makan pun jadi tidak nyaman ketika anak terbaring lemas tak berdaya. Untuk menghindari kondisi tersebut maka ada baiknya, bunda dan ayah membaca artikel di bawah ini, terkait penyakit yang kerap mengancam bayi yang berusia 0 hingga 6 bulan.

  1. Penyakit demam

    Bayi yang baru lahir memang lebih rentan terserang demam, ini lantaran bayi masih berada di tahap adaptasi lingkungan, setelah 9 bulan 10 hari dalam kandungan sang bunda. Suhu badan bayi dinyatakan mengalami demam ketika berada si 37,7 derajat Celcius. Sang bunda harus memiliki persediaan obat demam untuk sang buah hati, sebagai penanganan pertama untuk menurunkan demamnya.

    Jika obat tersebut tidak mengalami reaksi setelah satu jam diberikan, maka sebaiknya sang bayi dibantu dengan kompres pada beberapa bagian seperti ketiak, kepala, dan di bawah lutut. Jika kondisi tersebut berlangsung hingga 24 jam dan tidak mengalami perubahan, ada baiknya sang bunda membawa bayi tersebut untuk diperiksa pada dokter ahli anak terdekat.
    Perlu diketahui, biasanya demam bukanlah sebuah penyakit yang menakutkan. Namun biasanya demam menjadi indikasi terjadinya infeksi pada bagian tubuh tertentu, dan sebagai penanda awal sebuah penyakit. Jadi disarankan untuk mengkonsultasikan kondisi tersebut pada dokter.
  2. Bayi mudah terserang batuk

    Bayi di usia 0 hingga 6 bulan biasanya memang kerap terserang batuk. Hal ini bisa disebabkan karena masih banyaknya lender di tenggorokan si bayi, pasca dilahirkan. Sang bunda cukup memberikan ASI guna membantu lender yang kental yang berada di saluran pernafasan menjadi mencair. Namun, tidak disarankan untuk memberikan ASI ketika bayi sedang batuk, ditakutkan kondisi akan semakin parah, lantaran bayi tersedak.

    Jauhkan bayi dari aroma yang menyengat, seperti parfum, ibat nyamuk. Serta matikan AC dan kipas angin yang juga menjadi salah satu pemicu batuk pada bayi. Tidak disarankan untuk memberikan obat batuk pada bayi di bawah usia 3 bulan, terkecuali berdasarkan arahan dokter anak.
  3. Bayi mengalami diare

    Perubahan lingkungan biasanya memicu terjadi diare atau masalah pada saluran pencernaan. Hal ini juga dialami oleh bayi yang baru lahir, hingga 40 hari pasca dilahirkan, bayi biasanya buang air besar sebanyak 8 hingga 10 kali dalam sehari. Perbedaan suhu, asupan makanan dan lingkungan membuat bayi harus mengalami hal ini.

    Hal yang harus diperhatikan adalah warna dan bau pada BAB bayi, ketika berwarna dan baunya tidak sedap, sang bunda disarankan untuk memeriksa sang buah hati ke dokter atau rumah sakit terdekat, agar mendapatkan penanganan lebih awal, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Bayi tersedak

    Biasanya bayi yang sudah pandai minum ASI, akan bersemangat ketika mengisapnya. Hal ini menjadi salah satu penyebab tersedaknya bayi. Apalagi, ketika sang bunda memberikan ASI dalam kondisi bayi sudah sangat haus. Isapan yang terburu-buru biasanya membuat bayi tersedak.
    Hal yang harus bunda lakukan adalah jangan panik, ubahlah posisi bayi Anda menjadi telungkup dan lakukan tepukan halus pada pundak, agar saluran pernafasannya bersih dan membuat bayi berhenti tersedak. Jika kondisi bayi masih sulit untuk bernafas, maka bunda disarankan untuk memeriksa kondisi bayi ke rumah sakit terdekat.

    Sedikitnya ada 4 penyakit yang kerap membuat bunda dan ayah khawatir. Semua kondisi tersebut, sebaiknya dilalui dengan hati yang tenang dan tidak panik. Sang bayi sangat sensitif sehingga ia bisa merasakan rasa khawatir sang bunda. Ditakutkan jika bayi juga mengalami stres, akan memperlambat proses penyembuhan dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu