Ada 4 Macam Cara Mendidik Anak, Anda Termasuk yang Mana?

mendidik anak

Anak Anda sering merasa takut, tidak percaya diri, atau malah sebaliknya? Ketahuilah, sikap sang anak terbentuk dari pola pengasuhan Anda selama ini. Sadar atau tidak, Anda sudah menerapkan salah satu pola dari empat macam cara mendidik anak.

Apa saja, sih, empat macam cara yang dimaksud? Seperti apa pola didikan yang terbaik? Berikut ini penjelasannya.

  1.  Authoritharian

Pada pola ini, orang tua menginginkan kepatuhan tanpa syarat. Anak didesak untuk mengikuti apapun arahan orang tua, tanpa memiliki hak untuk menyatakan pendapat. Kalau pun anak berusaha menunjukkan ketidaksetujuan, orang tua akan langsung menunjukkan amarah.

Contohnya, orang tua menekan anak agar bisa berprestasi secara akademis, tanpa menjelaskan alasan atau memberikan bimbingan yang menguatkan mental si anak. Padahal, bisa jadi kecerdasan anaknya lebih mengarah ke bidang seni. Kontrol dominan seperti itulah yang  membentuk sikap penakut, tidak percaya diri, dan tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

  • Authorithative 

Kalau Anda bersikap demokratis pada sang buah hati, berarti Anda sedang menerapkan pola authorithative. Anda memberikan kebebasan pada anak untuk memilih apa yang dia inginkan. Namun, jika Anak melakukan kesalahan, Anda juga tidak ragu menegur mereka, bahkan memberikan hukuman, tentunya dengan cara yang bijaksana. Pendekatan yang hangat akan membuat anak merasa bahagia dan percaya diri.

Barangkali Anda pernah mendengar kisah tentang Septi Peni Wulandani, seorang ibu yang sukses mendidik ketiga anaknya. Beliau menerapkan prinsip demokratis dalam pola pengasuhan. Sejak anak-anaknya kecil, beliau selalu memberikan pilihan, ingin sekolah favorit atau sekolah alam, dan seterusnya. Hasilnya, ketiga anaknya meraih kesuksesan di usia muda.

  • Permissive

Sebutan lainnya adalah terlalu memanjakan. Anda menunjukkan kasih sayang yang besar. Anda menerima semua kelakuan anak, baik yang baik maupun buruk. Alih-alih mendisiplinkan mereka dengan tegas, Anda malah mengontrol mereka dengan memberikan berbagai hadiah. Akibatnya, kendali keputusan pun selalu berada di tangan sang anak.

Sebenarnya, cara penganut permissive dalam menunjukkan kasih sayangnya patut diacungi jempol. Mereka bisa menjadi teman bagi anaknya sendiri. Namun, orang tua juga harus bijaksana dalam menerapkan kedisiplinan. Kalau dibiarkan, anak akan tumbuh menjadi sosok yang egois dan sering tergantung pada orang lain.

  • Uninvolved

Ciri-ciri pola ini antara lain hanya memberikan sedikit perhatian dan kasih sayang, tidak terlalu memberikan pengawasan, tidak memiliki ekspektasi atas sikap yang harus dimiliki anak. Sebagai dampaknya, anak sering merasa takut, cemas, bahkan stres akibatnya kurangnya dukungan dari keluarga.

Contohnya, orang tua memang menyiapkan berbagai kebutuhan dasar untuk anaknya, seperti uang dan makanan. Tetapi, orang tua tidak tahu-menahu mengenai kehidupan anaknya di sekolah, atau interaksinya dengan teman-temannya. Bisa jadi anaknya sering di-bully di sekolah, atau malah si anak jadi pelaku bullying. Waduh, jangan sampai, deh!

Demikianlah empat cara mendidik anak. Jika melihat dari dampaknya terhadap pembentukan karakter, authorithative adalah pola yang terbaik. Sudahkah Anda menerapkannya? Jika belum, mulailah belajar dari kisah-kisah orang tua yang sukses mendidik anaknya.

Informasi lain tentang tumbuh kembang anak

10 Tips Menghentikan Kebiasaan Anak Berbohong

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu