Bagaimana Cara Merawat Bayi yang Terkena Flu?

merawat bayi sakit flu

Orang dewasa saja merasa tersiksa ketika mengalami gejala flu, seperti demam, bersin-bersin, dan hidung yang senantiasa meler. Lalu, bagaimana jika flu dialami oleh buah hati Anda yang masih berusia beberapa bulan? Tentunya, dia juga merasa tersiksa. Anda dapat meringankan bebannya dengan mempraktikkan cara merawat bayi yang terkena flu.

Wajar saja ketika bayi rentan terhadap penyakit. Pada tahun-tahun pertama, mereka masih membangun sistem imunitas. Anda bisa memberinya obat yang sesuai dengan anjuran dokter.

Pastikan bayi cukup beristirahat agar kesehatannya cepat pulih. Jika usianya 12 bulan atau lebih, letakkan kepalanya di posisi yang lebih tinggi agar lebih mudah bernafas. Sebagai pengganjal, taruh bantal tipis atau handuk di atas boks bayi.

Mandikan bayi dengan air hangat agar uapnya mengencerkan lendir yang menyesakkan hidungnya. Jika belum waktunya mandi, Anda bisa sekadar menyalakan pancuran air panas, atau menempatkan air panas di dalam bak. Tutup pintu kamar mandi dan lapisi jendela dengan handuk agar uapnya tidak menyebar ke luar ruangan. Duduklah bersama bayi Anda di dalam kamar mandi, tunggui dia menghirup uap panas selama 15 menit.

            Anda dapat mengeluarkan ingus bayi dengan bantuan alat penyedot ingus. Jika diperlukan, encerkan dulu ingusnya dengan larutan saline. Masukkan dua sampai tiga tetes ke dalam lubang hidungnya. Tunggulah sampai 30 detik.

Bersihkan pipet dengan kapas yang sudah diolesi alkohol 70 persen, sehingga terjamin kesterilannya. Setelah itu, masukkan pipet ke dalam lubang hidungnya, tapi jangan terlalu dalam. Cara kerjanya, tekan ujung karet sebelum pipet dimasukkan ke dalam hidung. Lepas perlahan ketika pipet sudah berada di dalam hidung sehingga ingus pun dapat tersedot.

Dalam satu hari, jangan terlalu sering menyedot ingus bayi, karena bisa saja menyebabkan iritasi. Jangan menggunakan larutan saline lebih dari empat hari dalam seminggu, karena akan membuat hidungnya kering.

Berikan minum secukupnya untuk mencegah dehidrasi, baik ASI maupun susu formula. Anda bisa menyuapinya sup ayam hangat jika usianya 6 bulan atau lebih. Studi menunjukkan, makanan cair yang hangat dapat meringankan gejala-gejala flu, seperti demam, sakit kepala, atau saluran pernafasan yang tersumbat lendir. Sup ayam dapat digantikan dengan air kaldu jika bayi belum bisa mengonsumsi makanan padat.

Apabila si kecil sudah berusia 12 bulan atau lebih, berikan dia setengah sampai satu sendok teh madu. Sebagian orang mencampur madu dengan air hangat atau perasan lemon yang mengandung vitamin C. Penelitian menunjukkan, madu dapat meringankan batuk dan membuat tidur si kecil lebih nyenyak. Tapi, jangan lupa menyikat giginya setelah menelan madu,  apalagi menjelang tidur malam, berhubung cairannya lengket atau tersisa di gigi.

Demikianlah penjelasan mengenai cara merawat bayi yang sedang flu. Asalkan Anda merawatnya dengan penuh kasih sayang, pasti buah hati akan segera sembuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu