Bahaya Sinar Matahari Bagi Kesehatan Bayi

bahaya sinar matahari untuk bayi

Paparan sinar matahari secara langsung dapat berakibat buruk bagi kesehatan bayi, sebab kulit bayi memang jauh lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Beberapa resiko yang bisa muncul antara lain sunburn, heatstroke, dan miliaria. Lalu, seperti apa ciri-ciri dari ketiga kondisi kulit itu? Bagaimana cara mencegahnya?

Ciri-ciri sunburn adalah kulit yang berwarna kemerahan seperti mengalami luka bakar dan menimbulkan rasa perih. Sunburn tidak bisa disepelekan karena dapat memicu kanker kulit ketika anak menginjak dewasa. Bayi yang memiliki kulit, mata, dan rambut yang cerah lebih beresiko mengalami sunburn. Tapi, tidak menutup kemungkinan bayi berkulit gelap juga beresiko mengalami hal yang sama.

Sebaiknya, bayi berumur di bawah 6 bulan tidak dibawa berjalan-jalan di bawah paparan sinar matahari langsung. Jika bayi berumur di atas 6 bulan, tidak apa membawanya keluar, asalkan mengoleskan tabir surya terlebih dahulu ke kulitnya. Paling tidak, tunggulah selama 15 menit sampai tabir suryanya meresap ke kulit.

Selanjutnya, heatstroke, penyakit panas paling parah yang terjadi akibat sengatan matahari dan dapat mengancam keselamatan nyawa. Heatstroke terjadi karena penderita tidak cukup mengeluarkan keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Bayi lebih beresiko mengalami kondisi tersebut daripada orang dewasa.

Sebagai tindakan pencegahan, jika cuaca sedang panas-panasnya, jangan pasangkan pakaian terlalu banyak atau terlalu tebal di tubuh bayi. Pilihlah pakaian yang berwarna terang, terutama putih, sebab sifatnya dapat memantulkan cahaya matahari. Pastikan bayi meminum cukup air atau ASI untuk mencegah dehidrasi. Selain tidak boleh membiarkan bayi terpapar sinar matahari langsung, Anda juga tidak boleh meninggalkannya di mobil yang bersuhu panas, meskipun jendelanya dibuka.

Heatstroke dapat mengakibatkan kondisi yang fatal. Anda harus segera membawanya ke dokter jika diiringi gejala berikut ini; demam tinggi, diare, kulit terasa panas dan kering, serta pingsan.

Terakhir adalah miliaria atau biang keringat. Seperti yang lazimnya diketahui, ciri-ciri biang keringat adalah bintik-bintik merah yang menyebar di tubuh, bisa di punggung, leher, atau paha. Meskipun tidak berbahaya seperti sunburn atau heatstroke, biang keringat menyebabkan rasa gatal yang cukup mengganggu.

Oleskan losion yang mengandung calamine untuk melenyapkan rasa gatalnya dan mengurangi ruam-ruamnya. Jika ruam-ruamnya sudah sedemikian parah, konsultasikan dengan dokter atau apoteker apakah perlu menggunakan krim yang mengandung hydrocortisone.

Bayi tidak bisa memberitahu Anda jika mengalami kondisi-kondisi yang disebutkan tadi. Jadi, Andalah yang harus peka. Selalu oleskan tabir surya ke tubuhnya jika ingin bepergian. Minimal, memiliki SPF 15, lebih bagus lagi SPF 30.

Sebagian bayi bisa alergi terhadap zat-zat tertentu dalam tabir surya. Jadi, Anda perlu mengetesnya dengan mengoleskan sedikit saja dulu di kulit bayi, lalu lihat reaksinya. Bagi bayi yang memiliki kulit sangat sensitif, pilihlah tabir surya yang bebas PBA, tidak beraroma, dan tanpa pewarna.

Nah, tidak mau, kan, kesehatan bayi terganggu hanya karena sengatan matahari? Jadi, jangan lupakan tabir surya, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu