Bayi Susah Tidur? Ini 3 Solusinya!

kenapa bayi sulit tidur

Apabila orangtua baru ditawari dua pilihan dapat hadiah mobil atau tidur pulas sepanjang malam? Pasti akan sulit memberikan jawaban, karena begitu beratnya memilih. Euforia sebagai orangtua baru akan tergantikan dengan kondisi kurang tidur karena mempunyai bayi yang baru lahir. Kelopak mata yang selalu terasa berat menyanggah batu membuat orangtua baru mencari solusi untuk mengatasi bayi susah tidur. Apa sajakah solusinya itu?

Solusi bayi susah tidur berdasarkan usia

  1. Bayi baru lahir hingga tiga minggu

Bayi usia ini menggunakan waktu 16-18 jam sehari untuk tidur namun akan bangun setiap jeda waktu 2-3 jam untuk makan atau minum ASI. Namun berlaku tidak sama untuk setiap bayi.  Siklus bayi baru lahir memang terkesan menyusahkan namun sangat normal. Tugas orangtua adalah memberikan rasa aman padanya dengan merespons secepat mungkin saat bayi menangis.

Siklus bayi yang terbangun setiap jam membuat orangtua harus mengajari bayi untuk mengenali perbedaan antara siang dan malam. Saat bayi terjaga di sinag hari adalah waktu orangtua untuk berinteraksi dan bermain-main dengannya. Namun saat ia terjaga di malam hari, maka orangtua harus merendahkan intonasi suara dan menciptakan kondisi ruangan dengan lampu yang remang-remang. Hal ini akan membuat bayi tertidur cukup lama pada waktu malam hari.

Saat bayi gelisah orangtua terkadang merendahkan suaranya untuk menenangkannya. Membelai dan membungkus bayi di dalam selimut akan memberikan rasa aman. Meski cukup sulit pada awalnya, namun secara berangsur pola tidur bayi akan menjadi lebih baik.

  1. Bayi usia dua hingga empat bulan

Pembiasaan cara menidurkan bayi akan terjadi paling lambat saat ia memasuki usia 4 bulan pertama. Hal ini berarti tinggal selangkah lagi bayi akan tidur dengan jangka waktu lebih lama daripada yang selama ini terjadi.

Terkadang orangtua sangat terpacu dengan keinginan bayi dapat tidur sepanjang malam. Itu berarti tidur selama delapan jam pada satu waktu, dari tengah malam sampai pukul 08.00 atau dari pukul 23.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Pada usia 2-3 bulan sebagian besar bayi memang tidur sepanjang malam, namun sebagian lagi mengalaminya setelah usia itu.

Namun kebiasaan tidur sehat dapat distimulasi dan dikembangkan saat bayi berusia 2-4 bulan sehingga bayi akan dapat tidur lebih nyenyak. Saat malam hari, bayi mungkin akan terbangun beberapa kali, bahkan saat ia tidak merasa lapar. Ia akan menangis saat belum bisa tidur kembali.  Bagaimana solusinya? Saat dia mengantuk, namun belum bisa tidur hendaklah diletakkan lagi di tempat tidur. Ini akan membuatnya belajar untuk tertidur lagi.

Saat tidur bayi juga sering bergerak-gerak dan menimbulkan suara. Kalau orangtua mendengarkan rengekannya, hendaklah menunggunya beberapa saat sebelum memeriksa apa yang terjadi. Jeda waktu itu akan memberikan kesempatan pada bayi untuk dapat tidur lagi.

  1. Bayi usia 4 bulan ke atas

Saat bayi melewati usia 4 bulan pertama maka orangtua tidak perlu over protektif dengan menyelimutinya atau mengatur penyejuk udara. Mengenakan piyama tipis atau tanpa selimut pun asal bayi tetap merasa nyaman maka akan memberikan kualitas tidur yang lebih baik. Selain itu, menjaga kelembaban pampers dan memeriksanya agar tidak bocor akan membuat bati merasa kering dan nyaman.

Menjaga kebersihan ruangan tidurnya dari asap rokok dan membebaskan boks tidurnya dari selimut atau mainan, bisa  membuatnya terbebas dari sesak nafas akan memberinya rasa aman dan nyaman.

Informasi lainnya

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu