Cara Merawat Bayi yang Sedang Demam: Perlukah Diberi Obat?

merawat bayi sakit

Bagaimana cara merawat bayi yang sedang demam? Perlukah diberi obat penurun panas? Pertanyaan-pertanyaan itu sering diajukan oleh para bunda yang baru melahirkan anak pertama. Supaya tidak bingung lagi, yuk simak penjelasan berikut ini!

Aturan pertama, jangan memberikan obat pada anak berusia kurang dari dua bulan, kecuali Anda sudah mengkonsultasikannya dengan dokter spesialis anak. Aturan kedua, jangan pernah memberikan aspirin, karena dapat menyebabkan reye’s sindrom.

Anda dapat memberinya paracetamol jika usianya lebih dari 37 minggu dan memiliki berat minimal empat kilogram. Anda dapat memberinya ibuprofen jika bayi berusia tiga bulan atau lebih, serta memiliki berat minimal lima kilogram. Pastikan mengikuti aturan dosis yang tertera di kemasan. Bisa juga menanyakan dosisnya langsung pada apoteker atau dokter.

Kalau bayi sudah cukup umur untuk mencerna makanan padat, berikan dia makanan meskipun cuma sedikit. Setidaknya, tubuhnya harus tetap berenergi. Berikan juga ASI, susu formula, dan air yang banyak agar terhindar dari dehidrasi.

Kenakanlah pakaian yang nyaman di tubuh bayi. Tapi, jangan sampai dia merasa kepanasan. Kalau pun tubuhnya menggigil, lapisi saja dengan selimut daripada penutup kepala yang membuatnya gerah. Biarkan bayi beristirahat agar kesehatannya cepat pulih.

Sebenarnya, demam merupakan cara tubuh dalam melawan infeksi dan bakteri. Penyebabnya pun bermacam-macam. Apabila demam muncul setelah melakukan imunisasi, Anda tidak perlu khawatir. Justru, itu reaksi yang wajar.

Jika demam muncul saat giginya baru tumbuh, juga tidak perlu dicemaskan. Begitu juga dengan gejala flu yang mengiringinya akibat tertular oleh salah satu anggota keluarga. Anda masih bisa mengobatinya sendiri.

            Demam berada dalam fase serius jika bayi mengalami gejala-gejala sebagai berikut. Bayi tidak mau minum selama lebih dari delapan jam, atau kuantitas minumnya lebih sedikit daripada biasanya selama 24 jam. Terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti cekungan di ubun-ubunnya, bibir kering, urine berwarna kuning gelap, popok tetap kering meskipun cukup lama dipakai. Anda juga harus waspada jika bayi memiliki ruam-ruam di tubuhnya.

Segera panggil dokter jika terdapat gejala-gejala yang disebutkan. Sama halnya ketika bayi mengalami muntah-muntah, atau diare. Anda harus memeriksakannya secara serius.

Nah, penting bagi ayah dan bunda untuk memiliki termometer, supaya bisa mengontrol suhu tubuh anak. Gunakan termometer digital untuk hasil yang cepat dan akurat. Adapun tingkat urgensi dari suhu anak itu berbeda-beda, tergantung rentang usianya.

Periksakan ke dokter apabila; lebih dari 38 derajat celcius untuk bayi berusia di bawah 3 bulan, lebih dari 39 derajat celcius untuk bayi berusia 3-6 bulan, lebih dari 40 derajat celcius untuk anak di semua usia. Selain demam, waspadai juga suhu tubuh rendah, yakni yang berada di bawah 36 derajat celcius.

Sudah jelas panduan cara merawat bayi yang sedang demam? Pokoknya, jangan langsung panik. Ukur dulu suhu tubuhnya, amati gejala yang mengiringinya, baru Anda bisa menentukan tindakan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu