Demi Kesehatan Bayi, Hindari 8 Makanan Ini Saat Menyusui!

tips menyusui

Bunda tahu, tidak? Ada beberapa makanan atau minuman yang harus dihindari ketika sedang menyusui buah hati. Kandungan dalam makanan tersebut akan memengaruhi kandungan ASI dan  berdampak negatif pada kesehatan bayi. Apa saja, sih? Yuk, disimak!

  1. Alkohol dan Nikotin

Bagi yang terbiasa mengonsumsi alkohol atau mengisap rokok, sebaiknya berhenti dulu. Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya akan turut terbawa ke tubuh bayi melalui ASI. Selain produksi ASI akan berkurang, bayi akan merasa pusing, lemah, dan sulit bangun.

  • Kafein

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, tidak terlalu baik untuk ibu menyusui. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Caffeine Research, kafein ikut mengalir bersama aliran darah dan tersisa di ASI. Dampaknya, bayi akan merasa gelisah dan sulit tidur.

Bayi yang baru lahir membutuhkan sekitar 160 jam untuk memproses kafein. Sementara itu, bayi berusia 6 bulan membutuhkan sekitar 2-3 jam untuk memprosesnya.  Anda masih bisa mengonsumsi kafein, namun harus dibatasi tidak lebih dari 2-3 cangkir sehari.

  • Coklat

Barangkali, banyak yang menyayangkan hal ini. Memang, coklat adalah makanan manis yang disukai siapa saja. Tapi, kandungan theobromine pada coklat memiliki efek yang serupa dengan kafein.

Mengonsumsi sedikit coklat tidak akan terlalu berpengaruh pada kandungan ASI. Tapi, jika Anda mengonsumsinya lebih dari 750 mg sehari, bayi akan rewel dan sulit tidur. Jika bayi sudah terlanjur menunjukkan reaksi tersebut, sebaiknya Anda benar-benar harus menjauhi theobromine dan kafein untuk sementara waktu.

  • Lemak Jenuh dan Lemak Trans

Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti gorengan yang menggunakan minyak bekas. Hindari juga makanan yang mengandung lemak trans berbahaya, seperti makanan siap saji, misalnya hamburger. Lemak jenuh dan lemak trans dapat menghambat omega 3 yang berfungsi untuk perkembangan otak bayi.

  • Makanan Pedas

Tidak lengkap rasanya jika makan tanpa sambal. Tapi, Anda harus mengurangi makanan yang pedas-pedas. Sebab, kandungan rasa pedas akan tersisa di ASI dan membuat perut bayi terasa panas, bahkan sampai mengakibatkan diare.

  • Kelebihan Vitamin C

Vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tapi, konsumsi vitamin C yang berlebihan pada ibu menyusui, dapat berdampak negatif pada sistem pencernaan bayi. Konsumsi sewajarnya saja, yakni 60 mg perhari.

Beberapa buah-buahan yang mengandung vitamin C antara lain limau, lemon, dan jenis keluarga citrus lainnya. Jika masih ingin melahap buah-buahan yang masam, lebih baik pertimbangkan mangga, nanas, dan stroberi.

  • Susu Sapi

Sebagian bayi tidak mampu mencerna susu sapi. Jadi, ketika ibu menyusui mengonsumsi susu sapi atau produk yang berbahan dasar susu sapi, sebagian alergen yang terkandung di dalamnya akan tersisa di ASI. Alergen tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi, seperti kolik, muntah, susah tidur, dan eksem. Sebaliknya, jika bayi tidak menunjukkan reaksi negatif, berarti Anda bisa meneruskan mengonsumsi susu sapi.

  • Kacang-kacangan

Makanan ini masih terkait dengan alergi. Apabila Anda memiliki silsilah keluarga yang alergi terhadap kacang-kacangan, lebih baik hindari makanan tersebut. Setelah mengonsumsi ASI yang mengandung protein kacang-kacangan, bayi berpotensi menunjukkan reaksi alergi, seperti bintik-bintik merah atau ruam-ruam.

Demikianlah makanan yang perlu dihindari saat menyusui. Kebijaksanaan Bunda dalam memilah-milah makanan semata-mata demi kesehatan bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu