Harus Tahu Makanan Sehat untuk Bayi dan Cara Pemberiannya!


Makanan merupakan asupan yang sangat penting untuk manusia, tidak terkecuali dengan bayi. Bayi sebagai makhluk kecil yang baru di dunia, tentunya sangat membutuhkan makanan untuk ketahanan hidupnya. Hanya saja bayi memerlukan makanan yang serba khusus. Hal itu karena pencernaan bayi masih memerlukan penyesuaian. Meski begitu, makanan sehat untuk bayi perlu dikedepankan.

Ya, makanan yang sehat memang menjadi sebuah kebutuhan untuknya. Dengan asupan yang sehat bisa membuat ketahanan bayi menjadi lebih kuat lagi. Selain itu, asupan yang sehat bisa membuat sang buah hati terjauhkan dari berbagai penyakit. Mungkin bagi sebagian besar ibu masih ragu untuk memberikan makanan yang sehat itu. Ragu bisa dari cara penyajiannya atau usia si bayi itu sendiri.

Nah untuk itu, ada baiknya ibu untuk berkenalan dengan jenis makanan sehat bagi bayi itu. Adapun makanan-makanan ini diperuntukkan bayi yang berusia 4-12 bulan. Di usia itulah bayi sudah bisa menerima makanan lainnya selain ASI. ASI sendiri bisa dipadukan dengan makanan lainnya sebagai pendamping. Dengan perpaduan itulah bisa membuat banyak nutrisi diserap oleh bayi. Hasilnya bisa menjadikan bayi sebagai anak yang cerdas dan memiliki tumbuh kembang baik.

Ini dia jenis makanan sehat untuk bayi yang bisa diberikan oleh ibu.

Nutrisi penting dalam sayuran dengan daun hijau tua
Sayuran dengan daun hijau yang tua itu ada banyak, salah satunya adalah bayam. Sayuran jenis ini memiliki kandungan zat besi serta folat untuk cukup tinggi. Kedua nutrisi itu tentunya amat bagus untuk tumbuh kembang bayi.

Brokoli kaya nutrisi
Jika mencari sayuran yang sangat komplit nutrisinya, jawabannya adalah brokoli. Tidak hanya bagus untuk dewasa, brokoli juga penting untuk bayi. Kandungan yang dimilikinya adalah serat, kalsium, folat, juga dengan sulfur. Selain itu, konsumsi brokoli juga bagus untuk halau kanker.

Labu yang lembut
Labu merupakan jenis makanan sehat untuk bayi. Selain karena teksturnya yang lembut, labu juga kaya akan Vitamin A juga C. Tidak hanya itu, rasa manis pada labu pun sangat alami sehingga aman untuk percernaan bayi kecil kita.

Sereal yang dibuat dari satu jenis biji-bijian saja
Sereal sangat bagus untuk nutrisi harian bayi. Sereal pun bisa dipadukan sebagai campuran ASI atau dengan susu formula. Atau bahkan dengan air bening saja. Sereal pun memiliki tekstur yang lembut sehingga aman untuk dikonsumsi.

Yoghurt pun cukup aman
Kandungan kalsium dan Vitamin D yang tinggi dalam yoghurt akan sangat bagus untuk perkembangan gigi dan tulangnya. Hanya saja kenalkan yoghurt ini setelah bayi berusia 6 bulan. Selain itu, berikan juga yoghurt yang tidak memakai pemanis buatan alias yang masih tawar. Untuk pemanisnya bisa ditambahkan dengan beberapa buah, seperti pisang, avokad, ataupun dengan apel.

Kacang polong yang hijau dan bulat
Seperti kita tahu bahwa kacang-kacangan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Kandungan itu juga berlaku untuk kacang polong. Kacang polong sendiri sangat bagus untuk memenuhi asupan protein dan serat untuk bayi. Hanya saja tentunya pemasakannya dengan cara yang tepat, yakni dikukus, dihaluskan, atau dikukus yang ditambahkan pada bubur.

Lemak dalam avokad sangat bagus untuk bayi
Lemak merupakan kandungan yang dimiliki oleh buah ini. Namun lemak yang dimilikinya merupakan lemak tak jenuh alias lemak yang bagus. Bayi memerlukan asupan lemak seperti ini karena untuk mendukung perkembangan otaknya. Pemberiannya bisa dengan cara dilembutkan.

Daging pun bisa diberikan
Memberikan daging pada bayi yang belum punya gigi? Tenang dulu karena bukan daging yang keras pastinya. Jika ingin memberikan daging, tentunya pemasakan menjadi nomor satu. Merebusnya dengan waktu yang lama adalah cara terbaik untuknya. Kemudian dipotong kecil-kecil atau bisa juga dihaluskan. Daging sendiri mengandung zat besi dan juga zinc, protein hewani yang amat bagus untuknya.

Dari semua makanan sehat untuk bayi tersebut, ada hal yang harus dicatat baik-baik oleh ibu. Hal penting itu adalah cara pemberiannya. Untuk menyajikannya tentu saja bukan dengan cara langsung, melainkan dengan cara diolah terlebih dahulu. Dikarenakan bayi berusia di bawah 1 tahun belum mempunyai gigi, jadi penyajiannya bisa dengan cara dibuat bubur. Namun selain itu, bisa juga dengan cara dikukus, lalu dilembutkan atau dipadukan dengan makanan lainnya.

Perhatikan Waktu Pemberian Makannya

Bayi tidak bisa disamakan seperti orang dewasa, yang bisa kapan saja menikmati makanan. Bayi mempunyai jadwal dan aturan tertentu. Alangkah bagusnya untuk mengetahui aturan tersebut karena untuk menjaga kesehatan bayi itu sendiri. Nah termasuk dalam hal memberikan makanan padat yang telah disebutkan tadi.

Sebelum mulai mengenalkan makanan-makanan sehat nan padat untuk bayi itu, ada baiknya ibu memperhatikan hal penting. Apa sajakah itu? Berikut ini beberapa yang harus diperhatikannya.
Perhatikan kualitas makanan yang diberikan
Untuk poin yang pertama ini, rasanya semua ibu sepakat bahwa yang dimakan oleh bayi haruslah dalam kondisi yang baik. Kualitas bahan serta mutu harus terjaga dengan baik. Jika sudah begitu maka gizi dalam makanan tersebut akan terjaga dengan baik, dan tentunya akan bekerja sebagaimana mestinya.
Perhatikan tekstur makanannya
Selain ketujuh makanan yang sudah disebutkan sebelumnya, pastinya masih banyak makanan sehat untuk bayi. Kita bisa memberikannya untuk kesehatan bayi. Akan tetapi, yang harus diperhatikan adalah jangka pemberiannya. Sebaiknya kenalkan makanan-makanan itu secara perlahan dan bertahap.
Sebagai contohnya, di usia awal bayi diberikan makanan yang lembut dan bersari. Lalu ketika bayi memasuki usia 6 bulan, kita bisa kenalkan mereka pada makanan padat. Begitu juga dengan usia selanjutnya.
Kenalkan secara bertahap
Sebagai ibu, kita mungkin memiliki perasaan menggebu untuk memberikan makanan sehat untuk anak kita ini. Namun tunggu dulu, bayi yang masih beradaptasi dengan banyak hal harus dikenalkan secara bertahap. Pun begitu juga dengan makanan padat nan sehat itu. Beri jeda kurang lebih empat harian untuk mengenalkan makanan yang baru untuknya. Hal itu agar memberinya waktu untuk menyukainya dengan baik.
Kendalikan jumlahnya
Pencernaan bayi umumnya masih belum stabil. Hal itu akan berpengaruh terhadap porsi makannya juga. Untuk tahap awal, mungkin di bawah 5 sendok teh saja yang mampu ditampung oleh bayi. Namun jika semakin besar, jumlah suapannya pun akan semakin bertambah. Harap dicatat, jangan pernah untuk memaksa makanan itu dihabiskan oleh bayi ya!
Urutan juga harus diperhatikan
Jangan sembarangan memberikan jenis makanan untuk bayi. Meski itu makanan sehat, namun haruslah dilakukan secara berurutan, sesuai dengan usianya. Jika masih usia 4 bulan, selain ASI juga bisa diberikan buah-buahan, tepung-tepungan, atau dengan sayuran. Lalu ketika masuk usia 6 bulan, bayi bisa diberikan daging, ikan, atau dengan telur. Semua itu juga harus diperhatikan apakah bayi mengalami alergi atau tidak. Jika alergi, sebaiknya segera hentikan pemberian makanan itu.
Jadwal yang baik membuat pencernaan selalu baik
Seperti ibu ketahui bahwa pencernaan bayi belum stabil, jadi pola makannya pun tidak teratur. Untuk itu, berikan saja jika bayi dalam keadaan lapar atau juga haus. Jika sudah begitu, lambungnya pun sudah dalam keadaan siap untuk mencerna dan menyerap makanan yang diberikan.
Makanan yang sehat memang sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Hasilnya bayi kita pun bisa menjadi tangguh dan prima, serta cerdas. Hanya saja memang banyak hal yang harus diperhatikan, termasuk jadwal pemberiannya. Nah ibu, semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu