Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak yang Wajib Diketahui Bunda

Tugas sang bunda bukan hanya sekedar mengamati tumbuh kembang bayinya saja, namun sang bunda juga harus mengetahui jadwal imunisasi yang wajib untuk bayi mereka. Imunisasi memang sangat penting untuk diberikan pada bayi, hal ini disebabkan semakin banyaknya kuman dan virus penyakit yang mengancam keselamatan dan kesehatan si buah hati.

Selain memberikan kekebalan pada tubuh si bayi mungil di rumah, imunisasi membantu proses tumbuh kembang berjalan secara maksimal. Imunisasi sudah dimulai ketika bayi baru saja lahir ke dunia. Untuk membantu sang bunda mengingat jadwal imunisasi sang buah hati, di bawah ini akan diberikan sejumlah jadwal wajib yang harus diketahui oleh sang bunda, yakni:

  1. Imunisasi Hepatitis B
    Imunisasi hepatitis B diberikan pada bayi yang baru lahir ke dunia, tepatnya sekitar 12 jam setelah jam dilahirnya si buah hati.
  2. Vaksin BCG
    Pemberian vaksin BCG biasanya lebih optimal diberikan pada bayi berusia 2 sampai 3 bulan. Ini lantaran, bayi dengan usia di atas 3 bulan harus melalui uji tuberculin dan diobservasi selama 7 hari berturut-turut. Hal inilah yang harus dihindari oleh sang bunda, jangan sampai melupakan jadwal untuk melakukan imunisasi pada sang buah hati.
  3. Vaksin DPT
    Vaksin DPT diberikan pada bayi yang berusia di atas 6 minggu. Vaksin ini masuk dalam program BIAS dan jadwalnya akan disesuaikan dengan imunisasi kementerian kesehatan negara kita. Pemberian vaksin ini sebaiknya diulangi pada bulan ke-18 dan ke-60 fase kehidupan anak.
  4. Vaksin campak
    Vaksin campak diberikan pada anak di usia 9 bulan. Untuk membuat vaksin bekerja secara maksimal, saat ini dianjurkan untuk mengulangi pemberian vaksin ketika anak berada pada usia 5 hingga 7 tahun.

    Pemberian vaksin biasanya dilakukan dengan melihat jadwal yang berada di dalam buku yang dibagikan setiap rumah sakit, tempat sang bunda melahirkan si buah hati. Setiap anak wajib diberikan vaksin hingga mencapai usia 18 tahun. Mengingat semakin banyaknya penyakit yang timbul akibat semakin banyaknya jenis makanan yang dikonsumsi oleh manusia modern saat ini.

    Imunisasi merupakan sebuah tindakan pencegahan yang bertujuan untuk memberikan perlindungan atau kekebalan pada si buah hati, agar mampu menjalani kehidupannya secara maksimal di dunia ini. Tujuan pemberiannya pun sebagai tindakan pencegahan penyakit menular yang kerap menular hanya melalui udara.

    Ada sejumlah akibat yang akan ditimbulkan jika bayi Anda tidak diberikan imunisasi. Siapkah Anda untuk mengetahuinya? Akibat yang ditimbulkannya, di antaranya:

    Bayi terancam terkena TBC
    Jika bunda tidak memberikan imunisasi BCG, maka bayi Anda akan rentan terserang penyakit TBC. Ini lantaran BCG merupakan imunisasi yang diperuntukkan untuk mencegah terjangkitnya bayi dari bahaya TBC yang menyebarannya melalui udara.

    Terancam terkena hepatitis
    Salah satu penyakit yang harus diwaspadai ialah hepatitis. Virusnya tercatat sebagai pembunuh nomor pertama di negara perkembang dan maju saat ini. Bisa dibayangkan seberapa menakutkannya virus hepatitis ini, hingga manusia normal harus mendapatkan imunisasi hepatitis dalam hidupnya minimal 4 kali dengan jangka waktu tertentu, dimulai dari mulai lahir, 2 bulan, 3 bulan, hingga bulan ke-4.

    Penyakit difteri
    Difteri merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan, ini lantaran bisa menyerang siapa saja. Apalagi jika bayi yang tidak diberikan imunisasi DPT, yang berguna untuk mencegah bayi terkena difteri. Difteri memang sedikit asing terdengar, namun biasanya penyakit ini menyerang di area tonsil, lidah, dan sekitarnya. Orang dewasa pun bisa terserang penyakit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu