Kebutuhan Nutrisi yang Penting untuk Bayi

Nutrisi bagi bayi ternyata sudah harus diperhatikan sejak masih dalam kandungan. Pemilihan nutrisi yang seimbang dan tepat di periode awal kehidupan bayi sangat mendukung perkembangan otaknya. Apa saja kebutuhan nutrisi untuk bayi?

Jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi, yaitu:

Protein

Nutrisi ini sangat penting bagi perkembangan otak bayi karena berdampak positif bagi sel saraf  maupun panca indera. Saraf membantu bayi untuk dapat berpikir dengan baik dan optimal.  Sumber protein yang harus dikonsumsi oleh ibu, yaitu daging, kacang-kacangan, telur, dan juga dengan ikan.

DHA

Perkembangan otak bayi membutuhkan DHA. Fungsi DHA untuk bayi ialah untuk perkembangan psikomotorik dan mental bayi serta berdampak pada fungsi visual dan sistem saraf pusat.  Sumber DHA bisa dari ASI, ikan tuna, makarel, sarden, daging, dan juga telur.

Kolin

Kolin adalah nutrisi yang penting untuk pembentukan tulang belakang, perkembangan sel-sel otak, fungsi kognitif bayi serta kesehatan dan kecerdasan otak. Kolin juga berfungsi sebagai penjaga sel membran. Kolin dibutuhkan saat bayi dalam kandungan hingga usia awal kelahiran. Sumber kolin terdapat pada daging, seafood, telur, cokelat, susu, bumbu-bumbu, kubis brusel, seledri kering, tomat kering, daun ketumbar, peterseli kering, bawang putih, dan cabai.

Asam Folat

Nutrisi ini penting untuk perkembangan otak bayi karena dapat mengurangi risiko terjadinya cacat pada tabung saraf dan tumor otak. Rekomendasi konsumi asam folat untuk ibu hamil adalah 600 mcg.

Vitamin B

Fungsi Vitamin B pada otak sangatlah besar karena berperan dalam perkembangan otak dan aktifnya fungsi otak. Hal ini berdampak pada peningkatan memori dan kerusakan saraf.  Sumber Vitamin B ialah telur, daging, dan ayam.

Vitamin B6

Kekurangan Vitamin B6 dapat berdampak fatal, yaitu penurunan tingkat konsentrasi, kehilangan memori untuk sementara waktu, depresi serta kecemasan. Jadi disini dapatlah dikatakan fungsi Vitamin B adalah sebagai neurotransmitter dan perkembangan otak serta sistem saraf. Sumber makanan yang mengandung Vitamin B6, di antaranya kacang-kacangan, wortel, biji bunga matahari, ikan tuna, daging, roti, dan sereal.

Vitamin B12

Vitamin B12 adalah nutrisi penting untuk membentuk myelin. Fungsinya bagi bayi ialah untuk pembentukan sistem saraf dan sel darah merah. Lebih lanjut juga sebagai nutrisi untuk melindungi bayi dari anemia. Sumber makanan yang mengandung Vitamin B12 yaitu hati sapi, daging, ikan, ungags, telur, susu, keju, yoghurt, dan juga sereal.

Zat Besi

Zat ini dibutuhkan untuk perkembangan otak yang optimal karena dapat merangsang saraf.  Kandungan zat besi di dalam otak tidak merata karena tergantung dari kebutuhan dari setiap bagian otak. Kekurangan zat besi berdampak pada kecerdasan bayi. Zat besi juga berperan pada pembentukan hemoglobin. Sumber zat besi yaitu daging, sayuran, telur, dan sereal.

Seng

Zat ini juga dapat membantu perkembangan otak agar optimal karena dibutuhkan pada proses pembelahan membran sel otak. Meski jumlahnya sedikit namun sangat dibutuhkan. Seng juga berperan aktif dalam proses pembelahan sel dan regenerasi sel sehingga dapat membantu memperbaiki sel yang rusak. Kekurangan seng berdampak pada kekurangan kecerdasan bayi.  Fungsi seng yang lain ialah pada pembentukan sel darah putih. Sel darah putih merupakan media proteksi tubuh terhadap infeksi. Sumber seng terdapat pada daging sapi, kacang-kacangan, seafood, susu, dan daging ayam. 

Vitamin E

Manfaat Vitamin E bagi bayi ialah untuk meningkatkan fungsi otak dan sebagai antioksidan serta proteksi terhadap penyakit alzeimer. Sumber Vitamin E di antaranya almond, sayuran hijau, minyak bunga matahari, dan hazelnut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu