Menidurkan Bayi dengan Metode Unik Ferberizing

menidurkan bayi metode ferber

Ada beragam metode untuk menidurkan bayi, salah satunya adalah metode Ferberizing. Lantas, seperti apa metode hasil penemuan dari Richard Ferber ini?

Uniknya Metode Ferberizing

Bayi akan segera tidur dan terlelap jika orangtuanya dapat melakukan pendekatan yang progresif. Richard Ferber, Direktur Klinik Gangguan Tidur di rumah sakit anak di Boston mengembangkan ide untuk membiasakan pola tidur yang konsisten dan teratur pada bayi. Tidak seperti metode lainnya yang membiasakan mendongengi bayi atau menggoyang-goyang badannya sebelum tidur, metode Ferberizing justru meletakkan bayi di tempat tidur saat dia masih terjaga. Hal ini sangat penting untuk memberi pembiasaan anak agar tidur sendiri.

Gangguan tidur pada bayi bisa disebabkan oleh banyak hal. Sebelum menggunakan metode ini, orangtua harus memastikan bahwa sakit, stres, pengobatan, dan kebiasaan menyusui bukanlah faktr penyebab dari timbulnya masalah tidur pada bayi.

Metode Ferberizing ialah metode yang sangat unik karena membiarkan bayi menangis hingga tertidur. Metode ini jarang diaplikasikan karena orangtua tidak merasa nyaman saat harus membiarkan bayi menangis sampai terlelap. Tangisan buah hati dapat menciptakan perasaan tidak nyaman dan tidak tega dari orangtuanya. 

Padahal metode ini sangat efektif jika orangtua mengetahui jadwal tidur bayi. Metode ini akan menjadi salah satu solusi terbaik untuk menidurkan bayi. Saat bayi menangis di waktunya dia tidur, maka bayi akan menangis lebih lama dari biasanya hingga tertidur. Syarat utama yang harus diketahui orangtua ialah pembiasaan jadwal tidur bayi saat malam hari. Dengan begitu, akan tercipta suasana tenang dan menjadi pertanda waktu tidur.

Pembiasaan jadwal waktu tidur setiap malam saat bayi mengantuk atau belum mengantuk akan berdampak positif. Jika metode ini diterapkan secara bertahap maka bayi akan terbiasa dan merasa nyaman.

Kesulitan metode ini adalah bayi harus dibiarkan menangis. Prosedurnya ialah meletakkan bayi di tempat tidur dan meninggalkannya sendirian di ruangan. Saat bayi menangis, jangan buru-buru menengok, tapi berilah jeda hingga 5 menit. Saat orangtua melihatnya di kamar tidur, hendaklah bersuara lembut tanpa harus menggendong, menggoyang atau menyusui. 

Meningkatkan rentang waktu menengok bayi saat menangis secara bertahap. Di hari berikutnya, jeda waktunya bisa lebih lama, yaitu 10 menit dan secara bertahap menjadi 15 menit pada malam berikutnya. Dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu, bayi akan belajar bahwa menangis sekencang apapun tidak sebanding dengan waktu kunjungan orangtua yang singkat. Bayi akan terbiasa dan belajar tidur sendiri tanpa bantuan dari orangtua.

Metode ini menuntut orangtua untuk lebih peka mengenali tangisan bayinya. Orangtua juga harus memahami penyebab bayi menangis apakah ia memang sedang mengantuk atau tersedak.

Saat bayi sudah mengantuk, maka orangtua pasti akan buru-buru untuk menidurkannya. Namun saat bayi sudah besar, tentu itu bukanlah hal yang mudah.

Metode ini direkomendasikan untuk bayi yang berusia 6 bulan atau lebih. Mengapa begitu? Karena pada umumnya bayi saat berusia 3 bulan tidak perlu disusui saat malam hari, bahkan tidak menyusui sama sekali saat dia berumur 6 bulan.

Metode ini bisa diaplikasikan secara fleksibel agar orangtua merasa bahwa metode ini terlalu kaku. Bisa dengan menambah waktu program jangka waktu 7 hari menjadi 14 hari. Hal ini memungkinkan orangtua menambah waktu tunggu antara melihat bayinya bukan pada setiap malam, namun setelah beberapa malam.

Informasi lain tentang menidurkan bayi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu