Metode Self Soothing, Membiarkan Bayi Tidur Sendiri

Pertumbuhan dan perkembangan setiap bayi sangatlah unik. Begitu juga dengan kebiasaan waktu tidurnya. Dengan begitu, orangtua perlu tahu dan jeli memilih metode untuk menidurkan bayi agar lelap.

Di beberapa bulan kelahirannya, bayi memberikan pola perubahan bagi jam tidur orangtuanya.  Bayi akan terbangun setiap 2-3 jam sekali saat belum memasuki usia 3-4 bulan. Hal itu akan membuat orangtuanya juga terjaga dan kurang tidur.

Kondisi tersebut sangat wajar karena bayi membutuhkan susu 8-12 kali dalam 24 jam di awal-awal kelahirannya. Bayi dapat tidur lebih lama saat usianya sudah 3-4 bulan karena secara perlahan-lahan akan mengikuti kebiasaan orangtuanya. Namun tetap saja ada keluhan dari orangtua karena bayinya tidak mau tidur di malam hari, sehingga orangtuanya juga terkena imbasnya.

Pernah tidak membayangkan bayi tidur sendiri karena sudah terbiasa dengan jadwalnya?  Metode Self Soothing mengajari bayi untuk bisa seperti itu. Yuk, kita cari tahu bagaimana metode ini dan prosedurnya!

Inilah metode yang membiarkan bayi tidur atau tertidur sendiri. Ya, Anda hanya perlu menunggu sebentar untuk melihat apakah dia merasa nyaman dengan diri sendirinya. Apa cirinya? Jadwal tidurnya teratur, plus dalam menenangkan si kecil secara verbal dan fisik.

Metode Self Soothing sangatlah unik karena membiarkan bayi tertidur dengan sendirinya. Orangtua hanya bertugas menenangkannya secara verbal, misalkan dengan kata-kata yang lembut dan juga nyanyian. Cara ini membuat bayi mempunyai jadwal tidur yang konsisten setiap harinya. Kebiasaan tiidur secara teratur akan membuat bayi lebih tenang dengan tidur yang lebih berkualitas.

Metode ini menjadikan bayi tetap tenang meski sudah mengantuk. Memang sulit untuk diaplikasikan di awal, namun jika sudah terbiasa maka metode ini akan membuat bayi tidak menangis meski sudah mengantuk dan ingin tidur.

Prosedur metode ini ialah dengan ritual rutin selama 20 menit di waktu yang sama setiap malam. Dimulai dengan memandikan bayi dengan air hangat saat dia sudah mengantuk. Buat kondisi kamar lebih kondusif dengan meredupkan lampu dan membacakan buku cerita sehingga bayi merasa tenang. Begitu pula dengan kondisi tempat tidurnya.

Saat bayi menangis, orangtua bisa melihatnya dan menenangkannya. Jangan pernah merespons tangisannya dengan gendongan. Hal lain yang harus diperhatikan oleh orangtua ialah agar senantiasa memastikan bahwa nada suaranya tetap tenang dan lembut sehingga bayi bisa tetap tenang saat bangun di keesokan paginya. Semua itu dilakukan dengan tujuan bayi merasa nyaman dan tenang. Saat bayi sudah mengantuk, tidurkan dia di tempat tidur dan tinggalkan sendiri.

Awal melakukan metode ini membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu agar bayi memahami ritual ini sehingga bayi bisa terlelap dengan sendirinya. Tahapan selanjutnya dapat juga memutarkan lagu secara perlahan sebagai pengantar tidurnya sehingga bayi jadi lebih tenang.

Namun saat ritual ini dilakukan secara konsisten selama 2 minggu maka bayi akan lebih mudah tertidur meski baru menjelang waktu tidur, bahkan terlelap di sepanjang malam. Keberhasilan ritual waktu tidur di sepanjang malam dapat dijadikan pedoman bagi orangtua untuk menerapkan hal yang sama di jam tidur siangnya.

Metode ini direkomendasikan untuk orangtua karena:

  • Bayi bisa membiasakan dirinya untuk tetap tenang, meski tanpa adanya campur tangan orangtua.
  • Orangtua lebih fleksibel dalam menenangkan bayi.
  • Bayi menyukai sesuatu yang bersifat konsisten.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu