Nutrisi Bayi: Hal-hal yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membuat Bubur Bayi

nutrisi makanan bayi

Membuat bubur sendiri demi penuhi nutrisi bayi, kenapa tidak? Apalagi, kini banyak variasi resep bubur bayi. Mulai dari yang berbahan dasar buah-buahan sampai yang berbahan dasar sayur-sayuran dan ayam. Jika Anda belum pernah membuatnya sebelumnya, Anda perlu mengetahui hal-hal mendasar yang akan memudahkan prosesnya.

Ada beberapa cara dalam memasak bahan makanan tersebut sebelum melunakkannya menjadi bubur. Caranya antara lain dikukus, direbus sebentar, direbus hingga mendidih, dipanggang dalam oven, dan ditumbuk. Setelah makanannya matang, Anda bisa menghaluskannya dengan menggunakan garpu, food mill, food processor, masher, mini chopper, atau blender.

Jika tekstur buburnya masih terlalu kasar, Anda bisa menambahkan ASI, atau susu formula, atau air sedikit demi sedikit sampai mencapai tingkat kelunakan sesuai dengan yang Anda inginkan. Selain itu, buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung air pun juga bisa membantu mengencerkan bubur, seperti pir, apel, dan timun. 

Bayi tidak bisa menyantap porsi banyak sekaligus. Anda juga terlalu repot jika harus membuat bubur setiap hari. Jalan tengahnya, Anda perlu memisahkan porsi mana yang disantap hari ini, dan porsi mana yang dibekukan dalam kulkas. Bubur yang disimpan dalam kulkas dapat bertahan hingga tiga hari.

Cara paling praktis membekukan bubur yakni menuangkannya ke dalam cetakan es batu. Sebab, Anda bisa langsung memperkirakan berapa potong bubur yang akan dipanaskan sebelum menyajikannya kembali. Tuangkan kira-kira satu sendok makan untuk setiap bidang cetakan.

Tidak semua cetakan es batu aman untuk digunakan. Lebih baik, gunakan cetakan yang terbuat dari stainless steel daripada plastik. Nah, dinginkan dulu buburnya sebelum dituangkan ke dalam cetakan es batu karena tidak baik menyimpan makanan panas di dalam freezer. Tapi, jangan membiarkannya terekspos udara luar juga selama dua jam, sebab bubur bisa terkontaminasi bakteri.

Ada beberapa tips lainnya yang menyangkut kesterilan makanan bayi. Pertama, air, susu formula, atau ASI hanya ditambahkan ketika bubur hendak disajikan, bukan dicampur bersama bubur yang hendak dibekukan.

Kedua, jika bayi tidak menghabiskan makanannya, jangan masukkan kembali bubur itu ke dalam kulkas. Bakteri dari mulutnya bisa saja mengontaminasi makanan. Dalam beberapa jam ke depan, bubur tidak aman lagi untuk dimakan. Lebih baik, buang saja sisanya atau Anda sendiri yang langsung menghabiskannya.

Selanjutnya, cara memanaskan bubur beku. Anda bisa menggunakan microwave dan mengatur waktunya selama 15 detik. Anda juga bisa memanaskannya di atas panci. Opsi lainnya, meletakkan mangkok berisi bubur ke atas air yang sedang dipanaskan.

Tunggulah buburnya mendingin hingga sesuai dengan temperatur ruangan. Jangan menyuapi bayi dengan bubur yang terlalu panas. Bayi terlalu sensitif dengan rasa panas.

Jangan langsung putus asa ketika bayi menunjukkan ekspresi tidak suka saat disuapi makanan. Wajar saja, setiap bayi menunjukkan mimik yang sama ketika mencoba makanan baru. Hal itu bukan berarti bayi membenci makanan yang Anda buat.

Hmm…ternyata, selain harus pandai-pandai menjaga asupan nutrisi bayi, Anda juga harus memerhatikan cara penyajian dan penyimpanan makanan yang tepat. Nah, setelah ini, langsung terapkan cara-cara di atas ketika memasak bubur bayi, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu