Obat Herbal Hipertensi Yang Mudah ditemukan

obat herbal sakit hipertensi

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak menyerang masyarakat Indonesia. Dari sebuah penelitian mengatakan bahwa dari 10 orang, ada 7 yang menderita penyakit hipertensi. Penyakit ini terbilang berbahaya karena membuat jantung bekerja ekstra keras dan bisa menyebabkan pembuluh darah mengeras. Kebanyakan masyarakat di daerah berkembang memilih menggunakan obat herbal hipertensi untuk pengobatan.
Pengobatan herbal dipercaya lebih mudah diterima oleh tubuh karena minimnya efek samping. Mengingat obat anti hipertensi biasanya berpengaruh buruk pada bagian organ yang lain sehingga bahan alami bisa menjadi alternatif aman. Hipertensi, istilah medis dari tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan. Pengobatan harus dilakukan sedini mungkin.
Kondisi hipertensi yang dibiarkan terus menerus bisa mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah. Tentu saja hal ini bisa berdampak buruk dan menimbulkan penyakit yang baru, misalnya stroke, gangguan ginjal, penyakit jantung. Karena itulah, hipertensi perlu penanganan serius khususnya menggunakan obat herbal alami. Berikut ini obat herbal hipertensi yang bisa menjadi pilihan tepat :

  1. Biji Seledri
    Biji seledri merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai pelengkap masakan untuk menambah cita rasa, seperti sop, semur dan hidangan lainnya. Kabarnya, biji seledri telah terbukti ampuh mengobati hipertensi. Di negara lain, biji seledri telah ramai digunakan sebagai ramuan herbal bagi penderita tekanan darah tinggi.
    Cara mengonsumsinya yaitu cukup dengan menambahkan biji seledri ke dalam jus buah, lalu minum sambil bersantai. Sederhana bukan? Biji seledri bisa dikonsumsi dengan cara enak bersama dengan jus manis.
  2. Kayu Manis
    Bahan yang satu ini sering ditemui di pasar tradisional maupun tempat-tempat lain. Selain sebagai bahan favorit bunda di dapur, kayu manis juga ampuh mengobati hipertensi. Tidak perlu dikonsumsi secara langsung, cukup dengan menambahkan pada masakan.
    Selain itu, kayu manis dapat pula diracik agar menjadi minuman yang segar dan hangat. Ada banyak jenis makanan lokal maupun mancanegara yang menjadikan kayu manis sebagai salah satu bahannya. Jadi, obat herbal yang satu ini cukup mudah ditemukan dan digunakan.
  3. Jahe
    Jahe terkenal sebagai salah satu obat alami sejuta manfaat. Tidak hanya untuk penyakit lain, ternyata juga mampu menurunkan tekanan darah secara efektif. Cara mengontrol tekanan darah dengan efektif adalah dengan mengonsumsi jahe.
    Penelitian juga membuktikan bahwa jahe dapat mengendurkan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah bisa lancar dan kembali menormalkan tekanan darah. Tidak perlu meraciknya dengan berbagai bahan, cukup dengan menambahkan jahe pada makanan atau minuman. Untuk menambah sensasi kenikmatan, boleh mengonsumsi wedang jahe atau teh jahe.
  4. Biji Rami
    Obat herbal hipertensi selanjutnya adalah biji rami. Biji rami ini mengandung asam lemak omega-3 yang berfungsi menurunkan tekanan darah. Mengonsumsi biji rami secara rutin sekitar 40 gram per hari selama 3 bulan dapat membantu menurunkan hipertensi.
    Jadi tidak perlu ragu dengan khasiat biji rami. Tidak hanya untuk hipertensi, tapi juga sebagai penangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga bisa menjadi obat tekanan darah sekaligus menjaga kesehatan organ  yang lain.
  5. Bawang Putih
    Bukan sekedar bumbu masakan sembarangan, ternyata bawang putih merupakan obat herbal yang dipercaya bisa mengobati banyak penyakit, salah satunya hipertensi. Bawang putih dapat menambah jumlah zat nitrit oksida di dalam tubuh, hal ini akan menurunkan tekanan darah.
    Di dalam tubuh jika terdapat banyak zat nitrit bisa membuat pembuluh darah menjadi lebar dan rileks. Jika pembuluh darah melebar, dampaknya yaitu tekanan darah berkurang pada dinding arteri. Hal ini menyebabkan hipertensi pun berangsur membaik.
    Bagi yang tidak suka dengan aroma bawang putih yang menyengat sehingga tidak bisa dikunyah mentah-mentah, bisa menambahkannya pada makanan. Jika setiap hari memasak makanan dengan tambahan bawang putih, khasiatnya akan terasa dan tekanan darah akan cepat turun.
  6. Cakar Kucing
    Tidak banyak yang mengetahui jenis tanaman ini, tapi cakar kucing telah lama digunakan dalam praktik pengobatan tradisional Tiongkok. Berdasarkan penelitian, cakar kucing bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dengan bertindak pada saluran yang membawa kalsium dalam sel-sel tubuh.

    Obat herbal ini bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen yang dijual di berbagai toko kesehatan. Tapi sebelum mengonsumsinya, ada baiknya konsultasikan dulu kepada dokter agar pengobatannya lebih efisien dan mengurangi efek samping.

    Itulah beberapa obat herbal hipertensi yang alami, tapi bukan berarti bebas dari efek samping. Tapi, dipastikan lebih ringan dibandingkan dengan mengonsumsi obatan-obatan yang banyak dijual di pasaran. Selain menggunakan produk herbal, sebaiknya perhatikan pula pola hidup sehat.

    Hipertensi juga banyak disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan tertentu yang berpengaruh buruk pada tubuh.
    Selain itu, menjaga pola makan dan memperhatikan jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh juga penting. Karena ada banyak pantangan dari hipertensi itu sendiri. Jadi pengobatan herbal saja tidak cukup untuk bisa sembuh total tapi juga menjaga pola hidup sehat lebih penting.

Info lain tentang obat herbal :

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu