Tumbuh Kembang Bayi di Usia 6 Bulan

Bunda dan ayah, bayi memang terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Terkadang, orang tua justru terbuai oleh waktu dan tidak menyadari bahwa anak mereka sudah tumbuh menjadi orang dewasa. Untuk itu, artikel ini akan membantu bunda dan ayah untuk lebih memahami dan siap menghadapi tumbuh kembang bayi usia 6 bulan.

Masa-masa mengasuh bayi mungil memang kerap tak terasa, apalagi jika anak-anak tumbuh dengan sehat dan cerdas. 6 bulan yang artinya bayi sudah melewati setengah tahun masa hidupnya di dunia menjadi masa emas perkembangan bayi. Dimana, biasanya masa ini menjadi penentu sang bayi untuk mendapatkan tambahan asupan berupa susu yang merupakan makanan utama mereka.

Selain mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun mental si buah hati. Pada umumnya berat badan dan panjang tubuh tidak berkembang secepat bulan-bulan sebelumnya, hal ini dikarenakan intensitas pergerakan bayi menjadi lebih hebat. Semua makanan yang diperoleh dari ibunya, diolah dan diubah menjadi energy gerak oleh si bayi.

Itulah sebabnya di usianya yang 6 bulan ini, sang bunda mulai memutar otak untuk memberikannya asupan tambahan, agar dapat memenuhi kebutuhan kalori yang dibutuhkan setiap hari.

Sejumlah perkembangan yang mencengangkan pun terjadi, seperti:

1. Bayi sudah mampu untuk duduk sendiri

Jika di usia 5 bulan, bayi masih dibantu untuk duduk. Di usia 6 bulan ini, bayi mulai belajar sendiri untuk melakukan perubahan posisi dari tidur ke duduk tanpa bantuan si bunda atau ayahnya. Memang masih butuh proses hingga dapat duduk dengan sikap sempurna, tetapi usaha sang bayi dengan menggunakan tangan sebagai penopang patut mendapatkan penghargaan berupa kasih sayang dari kedua orang tuanya.

2. Semakin jago merayap

Bayi di usia ini, sudah semakin mahir untuk melakukan kegiatan maju dan mundur sendiri jika diletakkan di lantai dalam kondisi tengkurap.

3. Kemampuan motorik yang meningkat

Jika di bulan-bulan sebelumnya, kemampuan motorik sudah berkembang dengan baik dengan diiringi dengan kegiatan refleks yang baik. Pada usia 6 bulan, bayi mulai menggunakan jari jemarinya, baik secara bersamaan maupun satu per satu. Bisa bunda dan ayah amati, ketika bayi ingin mengambil benda yang sangat kecil di lantai. Biasanya semut merah jalan pun ingin ia pegang.

4.Mulai diberi asupan tambahan

Pada usia 6 bulan ini, bayi sudah siap diberikan asupan tambahan. Biasanya bayi sangat menyukai jika diberikan buah-buahan, seperti pisang raja yang diserut dan dicampur dengan susu cair. Atau jus perasan jeruk baby yang manis.

5. Indera pengecap dilatih dengan beragam makanan

Di usia inilah, indera pengecapan sang bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Ini lantaran, pemberian asupan tambahan menjadi awal bayi menggunakan indera pengecapnya secara bertahap. Ekspresi yang lucu akan tampak ketika bayi diberikan makanan tambahan untuk kali pertama. Jangan memulainya dengan rasa yang menyengat seperti asam, selain akan menimbulkan trauma, pencernaan pada bayi juga akan terganggu.

Para bunda harus lebih pandai melihat tanda-tanda alergi pada sang bayi setelah memberikan asupan makanan tambahan. Hal yang perlu diperhatikan, yakni ruam pada kulit, terjadi diare atau bahkan muntah, sampai sebagian anak biasanya akan mengalami mata gatal ketika mengalami alergi. Jadi bunda disarankan dalam menyiapkan makanan tambahan si bayi, semua peralatan yang digunakan harus bersih.

Selain semua hal di atas, perkembangan yang sangat menyenangkan dan menggembirakan adalah usia 6 bulan, bayi akan mengeluarkan kata pertama mereka, seperti “mamama” atau “papapa.” Selamat mengamati tumbuh kembang bayi Anda di rumah, bunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Main Menu